|
|
. |
|
Palestine... oh Palestine........ |
|
|
|
|
Written by el khotob
|
|
Thursday, 02 July 2009 05:47 |
GERAKAN INTERNASIONAL PALESTINA KECAM TENTARA ISRAEL SERANG KAPAL "SEMANGAT KEMANUSIAAN" 2009-07-01 21:59:16
kispa.org - Gaza - Gerakan Internasional Palestina Menentang Blokade, Selasa kemarin, mengecam keras tentara Israel karena menyerang kapal “Semangat Kemanusiaan” (“the Spirit of Humanity”) dan menyeret kapal kemanusian itu ke pelabuhan Israel, ketika kapal itu tengah mendekati wilayah perairan Gaza. Gerakan ini menyebut tindakan itu sebagai tindakan perompakan. Dijelaskan oleh Gerakan Palestina Menentang Blokade, bahwa kapal kemanusiaan itu sebenarnya sudah merapat ke Gaza Selasa pukul 13 waktu setempat jika tidak mengalami tindakan pembajakan oleh Israel. Dalam sebuah pernyataan, gerakan itu menegaskan bahwa kapal yang dibajak Israel itu, membawa bantuan kemanusiaan dan para aktivis kemanusiaan termasuk penerima Hadiah Nobel, Mairead Maguire, serta mantan anggota Kongres AS, Cynthia McKinney. Gerakan Internasional Palestina Menentang Blokade mengatakan bahwa tindakan seperti itu tidak aneh lagi bagi Israel yang sudah sangat terbiasa melanggar semua konvensi internasional, seperti membunuh warga sipil, anak-anak dan membombardir petugas medis dan lembaga-lembaga sipil lainnya. Gerakan itu juga menyatakan bahwa Israel harus bertanggungjawab penuh terhadap nyawa dan keselamatan para aktivis “Bebaskan Gaza” (“Free Gaza”) di kapal itu, seraya menyerukan masyarakat internasional untuk turut campur mendesak Israel agar membebaskan para aktivis itu sehingga mereka bisa kembali dengan selamat atau membiarkan mereka mencapai Jalur Gaza untuk menjalankan misi kemanusian. Dalam pernyataan lain, gerakan itu melaporkan bahwa mereka menerima telepon pagi Selasa dari panitia “Bebaskan Gaza,” Huwaida Arraf, yang mengatakan bahwa kapal mereka berada pada posisi 24 mil lepas pantai Gaza, ketika dicegat dan dibajak oleh kapal-kapal bersenjata Israel. Dalam sebuah pernyataan pers kepada PIC, Jurubicara Pemerintah Palestina di Gaza, Tahir Al Nunu, juga menyatakan bahwa Israel harus bertanggungjawab sepenuhya terhadap nyawa para aktivis Free Gaza. Ia mengecam Israel dan menyebut tindakan Israel terhadap kapal kemanusian itu sebagai tindakan pengecut perompakan. Nunu mengatakan bahwa insiden itu mencerminkan barbarisme Israel dan pelanggarannya terhadap semua hukum dan konvensi internasional. Ia yakin bahwa apa yang dilakukan Israel itu idak akan berhasil menghentikan gencarnya upaya-upaya internasional untuk membuka blokade yang tidak berperikemanusiaan terhadap Gaza itu. Sementara itu, Tim “Bebaskan Gaza” di Siprus melaporkan bahwa mereka menerima telepon dari telepon genggam para penumpang kapal kemanusiaan itu, yang mengabarkan bahwa angkatan laut Israel telah mengepung kapal mereka dan mengarahkan senjata-senjatanya ke seluruh penumpang kapal. Dari belakang suara telepon itu terdengar panitia Huwaida Arraf berteriak ke arah tentara angkatan laut Israel, “ kalian tidak bisa menembak sipil tak bersenjata.” Kalimat ini berkali-kali diteriakkan. Cynthia McKinney, yang mantan kandidat presiden Partai Hijau AS, sebagai penumpang kapal itu, menyebut para tentara angkatan laut Israel itu sebagai “anjing-anjing penyerang” dengan mengatakan “saya benar-benar geram. Kami menuntut pemerintah Israel agar menghalau anjing-anjing penyerang mereka itu. Kami ini sipil, tidak bersenjata, yang berlayar dengan kapal yang juga tidak bersenjata dengan membawa bantuan medis dan pembangunan untuk umat manusia di Gaza. Mengapa atas nama Tuhan, Israel mau menyerang kami, mengancam keselamatan dan keamanan kami? Saya minta Presiden Obama dan masyarakat internasional intuk bertindak sekarang juga untuk membuat situasi tidak bertambah gawat dengan akibat-akibat yang buruk terhadap para warga sipil di kapal ini.” Beberapa jam sebelumnya, anggota parlemen Palestina Jamal Al Khudari,
|
|
Read more...
|
|
|
20 Prinsip Memahami Islam (Ushul 'Isyrin) |
|
|
|
|
Written by peby wahyu
|
|
Thursday, 04 June 2009 02:18 |
|
Dikutip Dari yayasan Al-Irfan Berikut ini adalah teks dari 20 prinsip yang dihimpun oleh Syaikh Hassan Al-Banna rahimahullah. Prinsip ini bukanlah hal yang baru dalam Islam, akan tetapi merupakan perspektif Hassan Al-Banna mengenai bingkai bagi pemahaman Islam yang komprehensif dan keluasan khazanah intelektual dan peradaban islam itu sendiri. Bila kita selami kedalamannya maka ia menghasilkan syarah yang sangat panjang (telah terdapat berbagai buku yang mensyarah 20 prinsip tersebut) dan terasa mewakili berbagai pembahasan tentang islam dari berbagai macam pemikiran yang telah berkembang. Dr Yusuf Qardhawy bahkan menempatkan 20 prinsip ini sebagai prinsip yang bisa diterima bersama dan hendaknya dijadikan titik tolak oleh berbagai macam gerakan islam (baca : Menuju Kesatuan Fikrah Aktivis Islam, buku yang ditulis Dr. Yusuf Qardhawy). Adapun dalam risalah ta’alim untuk aktivis gerakan Ikhwanul Muslimin (ataupun yang mengadopsi prinsip-prinsipnya), 20 prinsip ini menjadi bingkai yang wajib dipahami oleh setiap kadernya. Ia merupakan bagian dari penjelasan rukun “al-fahmu”, sehingga adalah suatu kesalahan memahami al-fahmu tanpa memahami 20 prinsip ini, sebagaimana yang dijadikan alasan oleh sebagian aktivis untuk menolak sesuatu tugas/amanah dakwah, seolah sekarang al-fahmu berarti : dapat ia terima menurut akalnya sendiri, padahal tidak hanya demikian. Prinsip inilah yang menjadi ruh dari pilar komitmen pertama seorang aktivis dakwah sebelum memahami permasalahan lain secara lebih detail dan juga sebelum melangkah menuju pilar-pilar komitmen berikutnya. Silakan membaca isi dari 20 prinsip ini. - Islam adalah sistem yang menyeluruh, yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dari umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana juga ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.
- Al-Our’an yang mulia dan Sunah Rasul yang suci adalah tempat kembali setiap muslim untuk memahami hukum-hukum Islam. Ia harus memahami Al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, tanpa takalluf (memaksakan diri) dan ta’assuf (serampangan). Selanjutnya ia memahami Sunah yang suci melalui rijalul hadits (perawi hadits) yang terpercaya.
- Iman yang tulus, ibadah yang benar, dan mujahadah (kesungguhan dalam beribadah) adalah cahaya dan kenikmatan yang ditanamkan Allah di hati hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sedangkan ilham, lintasan perasaan, ketersingkapan (rahasia alam), dan mimpi, ia bukanlah bagian dari dalil hukum-hukum syariat. Ia bisa juga dianggap dalil dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan teks-teksnya.
- Jimat, mantera, guna-guna, ramalan, perdukunan, penyingkapan perkara ghaib, dan semisalnya, adalah kemunkaran yang harus diperangi, kecuali mantera dari ayat Qur’an atau ada riwayat dari Rasulullah saw.
|
|
Last Updated ( Thursday, 04 June 2009 02:26 )
|
|
Read more...
|
|
Dakwah Tidak Dapat Dipikul Orang Manja |
|
|
|
|
Written by peby wahyu
|
|
Tuesday, 26 May 2009 07:35 |
Oleh: Drs. DH Al Yusni
Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah. Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat. Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan dakwah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap dakwah. Cobalah kita tengok kisah Dzatur Riqa’ yang dialami sahabat Abu Musa Al Asy’ari dan para sahabat |
|
Last Updated ( Tuesday, 26 May 2009 07:59 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by peby wahyu
|
|
Tuesday, 26 May 2009 07:52 |
|
Bertahun lamanya kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala. Mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan tempat meminta kebaikan dan tempat menolak bala. Berhala menjadi tempat bergantung segala sesuatu dalam kehidupan mereka. Mereka meminta dan memanggil berhala-berhala itu dengan beragam nama. Kadang dengan nama Wadda, Suwaa’, dan Yaghuts. Kadang dengan nama Ya’uq, atau Nasr –nama-nama berhala ini diwarisi masyarakat Arab di masa jahiliyah. Mereka berbuat yang demikian itu dikarenakan kejahilan dan menuruti hawa nafsu. Masyarakat yang Dihadapi Nabi Nuh Bertahun lamanya kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala. Mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan tempat meminta kebaikan dan tempat menolak bala. Berhala menjadi tempat bergantung segala sesuatu dalam kehidupan mereka. Mereka meminta dan memanggil berhala-berhala itu dengan beragam nama. Kadang dengan nama Wadda, Suwaa’, dan Yaghuts. Kadang dengan nama Ya’uq, atau Nasr –nama-nama berhala ini diwarisi masyarakat Arab di masa jahiliyah. Mereka berbuat yang demikian itu dikarenakan kejahilan dan menuruti hawa nafsu. |
|
Last Updated ( Tuesday, 26 May 2009 07:53 )
|
|
Read more...
|
|
8 kiat mempererat ukhuwah |
|
|
|
|
Written by peby wahyu
|
|
Tuesday, 17 March 2009 07:29 |
|
|
|
Last Updated ( Tuesday, 26 May 2009 08:43 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 11 |
|
. |
|